Atma Wimala

Beda, Masih Bisa Berkarya Kok!
Kamis 20 April 2017 – Bandung
Atma Wimala Fest 2017 yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Skizofernia Simpul Bandung sukses menyita perhatian publik anak muda Bandung. Atma Wimala Fest bertujuan untuk memperbaiki stigma negatif kita terhadap orang dengan Skizofernia, bahwa mereka bisa diberdayakan dan berkarya!
Rangkaian pilot project bertajuk “Berakal//Berkuasa” ini dipenuhi oleh berbagai kalangan yang tentunya tertarik sekali terkait konten acara mengenai bagaimana orang dengan Skizofernia (ODS) mampu bercerita dan melakukan workshop public speaking serta menampilkan bakat terpendam didalam diri mereka. Acara dihelat di Ruang Gerilya, Bandung, dan dikemas sedemikian rupa hingga menciptakan suasana yang penuh canda serta kehangatan.
Beberapa tokoh juga ikut hadir dalam pilot project kali ini, antara lain Theoresia Rumthe, sebagai praktisi public speaking yang membuka acara dengan lokakarya berbicara di depan publik untuk ODS dan ODS bercerita tentang kisah mereka dalam menghadapi hidup. Sangatlah menarik mengenal pengalaman kisah hidup ODS tersebut yang masing-masing memiliki ciri khasnya. Selain itu, penjelasan mereka ketika mengalami delusi dan halusinasi, menjalani hidup antara nyata dan imaji, upaya mereka dalam bersosialisasi, hingga perjuangan mereka melawan stigma masyarakat terhadap mereka, membuat para peserta yang hadir didalam pilot project ini terkagum-kagum. Betapa sulitnya mereka harus menghadapi kenyataan yang cukup pahit bahwa mereka mengidap Skizofernia.
Disamping mini talkshow, “Berakal//Berkuasa” juga mengadakan pameran bertajuk Art Exhibition yang menampilkan karya-karya ODS pada tanggal 20 sampai 25 April kemarin di Ruang Gerilya.
Tentu masih penasaran kan dengan rangkaian selanjutnya dari Atma Wimala Fest 2017? Patut kita tunggu.

Writen by: Alif Kevin Ghiffari
Editor: Sandiana Fatma