Belom jadi anak Nangor kalo belom ke Warjem!

Writer: Ardi Arbar
Photographer: Ikrima Maulida

Malam yang panjang seringkali mendorong kita, nangorians, untuk mencari suaka dari dinginnya semilir udara pegunungan dan rasa kesepian. Dari sekian banyak tempat nongkrong yang tersedia, hanya ada segelintir yang berani membuka pintunya 24/7. Sebut saja Dunkin Donuts, Ayam Nelongso, dan beberapa outlet lain. Tapi, ketika akhir bulan tiba, membawa serta teman sejatinya, Kanker (re: kantong kering), kemanakah daku dan dikau harus melangkah?
Terletak di tepi jalan Jatinangor, di sisi sebuah jembatan yang tidak jauh dari mulut gang Caringin, sebuah warkop tengah ramai dipadati pengunjung yang sedang menikmati malam bersama kawan dan sebuah nampan yang dipenuhi gorengan.

Warung Jembatan, atau Warjem, sebuah nama yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar warga Jatinangor. Bermodalkan ragam menu yang semua suka; bubur kacang hijau, bubur ayam, mie, gorengan, dan berbagai minuman ringan, Warjem telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh mereka yang mengaku pernah singgah di hati Jatinangor. Tidak hanya mahasiswa, dari warga lokal hingga keluarga yang penasaran jua pernah mampir dan menyantap menu Warjem. Didirikan pada tahun 2007, Warjem pada awalnya hanya diasuh oleh 2 karyawan, namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya popularitas, kini Warjem memiliki 6 orang karyawan yang bergantian berjaga 24/7—2 orang di pagi dan sore, 4 orang pada malam hari.Warjem tidak pernah tutup terkecuali ada urusan tertentu, hal ini menjadikan Warjem tempat nongkrong yang cocok bagi mereka yang ingin sekedar menghabiskan malam bersama kawan sambil menyeruput kopi dan menikmati gorengan.

Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, dengan kisaran harga dari 1.000 hingga 15.000 Rupiah, Warjem adalah suaka yang tepat kala kantong kering melanda. Salah satu menu yang menjadi ciri khas warjem adalah gorengannya. Tumpukan tempe goreng, ubi, bala-bala, tahu dan beberapa gorengan lainnya adalah suguhan utama yang akan MUers lihat ketika mampir ke WarjemDengan adonan yang khas, mereka yang pernah menyantap gorengan khas Warjem pasti akan mengenal dengan baik gorengan Warjem meski tidak langsung menyantap di tempat. Gorengan warjem kini dibanderol Rp 2.500 per 3 buah—sempat naik dari harga sebelumnya, hal ini dikarenakan harga bahan yang selalu naik.

Gimana MUers? Mau nongkrong? Langsung Warjemin kuy!