JADI WARLOK DI JATINANGOR WAKTU LEBARAN?

Mahasiswa Unpad sebagai Warga Lokal Jatinangor

Oleh: MUTrack Mita

Muers! Masih kuat puasa kan? Tak terasa, hari-hari berpuasa tinggal hitungan jari. Setelah ini, apa lagi yang kita tunggu kalau bukan Hari Raya Idul Fitri? Iya, Lebaran sebentar lagi, Muers!
Bagi para mahasiswa perantau, lebaran adalah momen yang sakral bagi mereka untuk kembali ke kampung halamannya. Setelah berjuang melawan kerasnya hidup di Jatinangor, libur lebaran jadi obat tersendiri untuk melepas rindu dengan keluarga dan teman-teman di daerah asal.
Kala libur lebaran, Jatinangor dengan sendirinya akan bertransformasi menjadi sebuah kota mati yang ditinggal penghuninya. Bila ditakar, hampir 70% penghuni Jatinangor adalah mahasiswa pendatang, dan saat lebaran, 70% orang ini akan menghilang seakan ditelan bumi. Tapi, kira-kira, ada gak ya yang masih bertahan di Jatinangor?
Yap! Ternyata ada, MUers!
Salah satu survivor yang RadioMU sempat temui kemarin adalah Rahma, mahasiswa jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2015. Rahma adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berasal dari luar pulau Jawa, tepatnya dari Kalimantan.
“Tahun lalu (aku) gak mudik dan akhirnya lebaran di Jatinangor itu karena PKL (Praktik Kerja Lapangan). Sebenernya bisa kok aku mudik begitu beres UAS, tapi aku rasa waktunya agak tanggung, karena hanya 2 minggu sebelum PKL mulai”, curhat Rahma.
Saat lebaran, Rahma memilih untuk menahan rasa rindu kepada keluarga. keputusannya ini diambil karena selain Rahma memiliki kesibukan di kampus, biaya perjalanan dengan pesawat untuk pulang-pergi ke luar pulau menjelang libur lebaran seringkali melonjak tinggi, bahkan higga 3 (tiga) kali lipat.
Lalu, bagaimana suasana lebaran di Jatinangor tercinta?
“Suasananya sih gak beda jauh dengan lebaranku di rumah. Sholat Iednya di lapangan, dan di pagi hari itu ramai, nanti siangnya agak sepi, dan sorenya udah mulai ramai lagi“.
Rahma juga sempat berbagi tips ke RadioMU apabila ada di antara MUers yang harus menghadapi lebaran di Jatinangor:
Jangan sedih! Sekarang teknologi sudah canggih, MUers masih tetap bisa halal bihalal dengan keluarga di rumah melalui telfon atau video call.
Jangan bermalas-malasan di kosan! Selama libur lebaran masih banyak kok kegiatan positif yang MUers bisa lakukan.
Sebelum lebaran tiba, MUers wajib pake banget untuk belanja stok makanan kalau gak mau kelaparan seharian, karena ada banyak banget toko dan kedai makan yang tutup selama libur lebaran.
Nah, itu dia MUers salah satu pengalaman lebaran di Jatinangor. Jadi, adakah di antara MUers yang penasaran dan mau ngerasain Hari Raya Idul Fitri a la warlok Jatinangor?
RadioMU, stay young and free!