Padjadjaran Model UN 2017

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran mengadakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinamakan Padjadjaran Model United Nations (PadMUN) dengan tema “The Breaking World”. PadMUN, yang berlangsung selama empat hari, dihadiri oleh 93 pelajar sederajat dan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri.

Rangkaian acara PadMUN dimulai dengan upacara pembukaan di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, pada tanggal 15 Mei 2017. Dalam upacara pembukaan tersebut, Sekretaris Jendral, Sherren Wivella menyampaikankan pidato pembuka yang diikuti oleh sambutan dari perwakilan Unpad, Bapak Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., S.Si., M.T., M.Si., dan perwakilan Pemerintah Kota Bandung, Bapak Dr. Tajur Zulfikar, M.Si. Selanjutnya, dilanjutkan dengan seminar mengenai “You(th) for Change” yang difasilitasi oleh Bapak Leo Mokodompit. Rangkaian acara hari pertama pun ditutup dengan penampilan HINTs dan Van Apeldoorn.


Live Report Day 1

Simulasi sidang PBB yang sesungguhnya berlangsung di Hotel Grand Tjokro pada hari kedua. Para peserta PadMUN, yang disebut delegasi, berperan sebagai diplomat dari berbagai negara di councils masing-masing. Terdapat empat councils dalam PadMUN kali ini, yakni United Nations General Assembly (UNGA) dengan topik bahasan ancaman yang ditimbulkan oleh kenaikan air laut; Disamarmament and International Security (DISEC) yang membahas cyber security; Economic Community of West African States (ECOWAS) yang membahas perang di wilayah Afrika Barat, dan United Nations Security Council (UNSC) yang membahas kebangkitan zombi. Sebelum sidang benar-benar dimulai, para delegasi berkesempatan untuk memperdalam pengetahuan terkait council masing-masing dalam kegiatan yang dinamakan “Meet the Experts”.


Day 2: commitee session by four councils

Di hari ketiga, para delegasi berdarmawisata ke beberapa tempat di Kota Bandung. Tempat tujuan pertama adalah NuArt Sculpture Park yang terletak di bagian utara Bandung. NuArt Sculpture Park umumnya menampilkan hasil karya seni pemiliknya, Nyoman Nuarta. Para delegasi mendapat kesempatan untuk menyaksikan sebuah film mengenai proses pembuatan karya seni Nyoman. Setelah menghabiskan waktu di galeri, para delegasi menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Krang-Kring Lifestyle Foodcourt dan Jalan Riau di mana mereka dapat berbelanja makanan dan pakaian.
Puncak acara terjadi di hari keempat, yakni dengan dilanjutkannya simulasi sidang PBB. Tidak seperti yang sebelumnya, situasi sidang kali ini lebih menegangkan dan menantang. Para delegasi di masing-masing councils berusaha untuk membentuk aliansi dan mendominasi jalannya sidang. Aliansi-aliansi tersebut menyusun Draft Resolution yang nantinya akan didiskusikan lebih lanjut. Hasil akhir dari simulasi sidang ini adalah ditetapkan atau tidaknya Draft Resolution yang telah disusun.


Debate situation

Keseluruhan rangkaian acara PadMUN ditutup dengan Gala Dinner. Sebagai bentuk apresiasi, Board of Dais (BoD) memberikan penghargaan berupa Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Best Position Paper, Honorable Mentions, dan Verbal Commendations, bagi para delegasi yang kompeten. Sembari disuguhkan dengan berbagai santapan yang lezat, para delegasi pun menikmati penampilan langsung dari Padjadjaran Ensamble Community, tari tradisional, serta Paduan Suara Mahasiswa Unpad. (RIP)