Rumah Kedua?

Oleh : MUtrack Arbar

Mati satu, tumbuh seribu—ujar pepatah yang mungkin dicetuskan oleh seorang bapak kosan di momen pergantian tahun ajaran. Ketika satu demi satu sesepuh kampus minggat mengejar kehidupan baru, hadirlah ribuan wajah baru yang tengah menengadah mencari tempat singgah di rumah-rumah yang bertebaran dengan indah.

Muers, di Jatinangor ada banyak nian rumah kedua dengan belasan kriteria yang tersedia bagi tiap selera. Mau yang asan kriteria yang tersedia bagi tiap selera. Mau yang kamarnya seluas halaman rumah paman di desa? Mau yang tinggal ngesot udah sampe fakultas? Mau yang di tengah-tengah kamarnya seluas halaman rumah paman di desa? Mau yang tinggal ngesot udah sampe fakultas? Mau yang di tengah-tengah sawah? Mau yang—oke, cukup. Tugas kita cuma satu kok—cari!

RadioMU punya segelintir poin yang kudu kalian perhatikan di tengah perburuan kos-kosan. Cekidot!

1.Tanya!
Malu bertanya sesat di nangor. Bilamana kalian punya kenalan yang mungkin sudah lebih dulu menjadi nangorian, mungkin kakak kelas, mungkin teman seperjuangan, apapun itu, maka bersyukurlah! Karena kalian memiliki orang yang bisa memberikan referensi mengenai dunia rantau. Bila mereka berhati emas, mungkin mereka akan membimbing kalian berburu kosan sambil Tour de Nangor mungkin juga sekalian mampir ke Warjem. Hehehe. Bilamana sudah puas bertanya dan kalian sudah mengidentifikasi selera kalian, maka langsung baca poin berikutnya!

2.Tipe
Secara garis besar, ada tiga tipe utama rumah kedua; Kos-kosan/Asrama, Kontrakan, atau Apartemen. Kos-kosan adalah opsi paling populer bagi mahasiswa, makanya ada predikat beken yang muncul di kalangan mahasiswa; ‘anak kosan dan segala keterbatasannya’. Kontrakan itu paling cocok buat mereka yang mungkin senang berkumpul dengan kawan, karena sistemnya menyewa rumah (bukan per kamar), biasanya mereka yang ngontrak adalah mereka yang sudah memiliki janji untuk tinggal bersama dengan sekutu-sekutunya. Kalau apartemen itu adalah opsi buat mereka yang berani rogoh kocek lebih dalam demi taraf hidup yang sabi bet dah!

3.Lokasi
Jatinangor itu sempit, tapi luas, tapi sempit—ya, gitu deh. Pemburu kosan yang unggul paham betul bahwa lokasi adalah faktor yang amat penting. Lokasi kosan perlu disandingkan dengan beberapa variabel perbandingan, contoh; seberapa kuat kaki kalian melangkah? Punya kendaraan pribadi kah? Fakultasmu di puncak gunung atau di bawah tanah? Kamu kuat dingin gak? Dan berbagai contoh lainnya. Yang pasti, jangan sampai nanti MUers sering terlambat masuk ke kelas karena terlambat naik odong. Waspadalah!

4.Lingkungan
Tanah rantau itu penuh dengan beragam cerita, gak cuma di kampus, tapi juga di lingkungan tempat tinggal. Carilah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan MUers, mau yang dikelilingi tempat makan 24/7? Atau yang terisolasi dari peradaban? Mau yang sore harinya diramaikan oleh warga lokal berjiwa atlet? Atau yang warganya senang kesunyian? Semua ada!

5.Fasilitas
Kriteria fasilitas itu berbeda bagi tiap orang, ada yang bisa bahagia hanya dengan wi-fi gratis, ada yang bahagia karena ada wastafel, ada yang mengejar laundry gratis, dan beragam selera lainnya. Nah, kalau menurut Mutrack sendiri, ada tiga fasilitas utama yang perlu ada di kosan idaman; wi-fi 24/7, meja, dan kamar mandi dalam. Kalau MUers?

6.Harga
Harga adalah faktor utama yang perlu dijadikan pertimbangan dalam mencari kosan. Pemburu ulung tentu akan mencari rumah kedua dengan harga terendah namun dengan pemenuhan keinginan dan kebutuhan yang optimal. Banyak-banyaklah mencari untuk memahami perbandingan harga kosan di Jatinangor, jangan sampai kalian terjebak di kosan dengan harga yang menggiurkan tapi terletak di antah berantah. Dan berhati-hatilah dengan calo kosan, karena mereka adalah diplomat ulung dalam urusan menjebak hati para pemburu!

Gimana MUers, sudah siap berburu?

#RadioMU stay young and free!