Seminar “Travel, Street and Visual Diary” oleh Gathot Subroto

“Pikiran out of the Box itu sangat membantu. Nah biasanya ide itu ada dalam diri anak muda,” ujar pria Gathot Subroto dengan logat khasnya yang kental terdengar pencampuran antara Jawa dan Sunda.

Jumat, 20 Mei 2016 lalu, MuTracks Gita habis mengunjungi pameran Memoar yang bertempat di Galeri Yuliansyah Akbar alias Urbane. Galeri Yuliansyah akbar sendiri cukup syahdu suasananya sore itu dengan rintikan hujan kecil dan bunyi kicau burung. Menurut MuTracks Gita, suasana sore itu mendukung banget dengan tema yang diangkat oleh Spektrum Unpad ini yaitu Memoar. Dimana pameran fotografi tersebut mengangkat tema memori tentang kota Bandung.

Sekitar pukul 14.30 MUTracks Gita akhirnya sampai di Galeri Yuliansyah Akbar. And it means, MuTracks Gita terlambat 30 menit mengikuti seminar fotografi yang juga merupakan rangkaian acara dari Memoar. Seminar kali ini mengangkat tema Street Photography. Muers tentu sudah tidak asing dong dengan istilah Street Photography. Spektrum Unpad mendatangkan Gathot Subroto sebagai pembicara. Bagi Muers yang bergelut di dunia fotografi, nama Gathot Subroto tentu sudah tidak asing dong.

Pria yang menekuni dunia fotografi semenjak sekolah menengah pertama ini dalam seminarnya banyak memberikan ilmu serta tips untuk peserta yang sangat berguna. Seperti jenis jenis street photography, karya street photography fotografer dunia, dan lainnya. Tak ketinggalan tips agar foto menarik, barang apa saja yang harus dibawa selama liburan. “Sekarang sudah jaman teknologi. Banyak kamera yang bisa menyambung dengan wi-fi. Untuk yang suka update bisa langsung upload ke akun media sosialnya,’ ujar pria pengguna Fujica M-1 diawal karirnya.

Seminar yang berlangsung selama dua setengah jam ini semakin mendekati akhir malah semakin ramai. Peserta terlihat antusias apalagi, ketika mendengar pengalaman Pak Gathot yang telah keliling Indonesia karena street photography ini. Baginya street photography sangat cocok dengan anak muda karena, tidak banyak aturan. Seperti anak muda yang menyukai kebebasan. “Kita bisa buat street photography kita sendiri. Tidak usah peduli kata orang karena ini karya kita,” tutup pria yang kini menggunakan kamera Fujifilm seri X. (Dwinada Gitaswara)