Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia Kabar mengecewakan datang dari FIFA yang secara resmi mengumumkan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U-20 pada Rabu (29/04). Melalui siaran Pers yang dirilis Federation Internationale de Football Association (FIFA) disebutkan bahwa alasan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 adalah karena mempertimbangkan situasi terkini setelah tragedi Stadion Kanjuruhan.  Kekecewaan Kini Tumpah Kabar tersebut tentu menimbulkan kekecewaan bagi seluruh pecinta sepak bola di seluruh indonesia. Umay, Ketua Umum Unit Sepak Bola Universitas Padjadjaran mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah pada Piala Dunia U-20 merupakan kesempatan besar yang akan membantu pertumbuhan berbagai sektor di Indonesia. Potensi untuk pemain Indonesia unjuk bakat di kancah internasional pun dengan terpaksa harus dikubur dalam-dalam. Selain mendapat kerugian dari segi materil, pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah berbuntut pada kekecewaan mendalam bagi generasi bangsa khususnya bagi pecinta sepak bola. Rifqi selaku Koordinator Unit Sepak Bola Universitas Padjadjaran berpendapat bahwa kini harapannya untuk bisa menonton permainan sepak bola dunia secara langsung terpaksa harus musnah.

Tuai Sisi Positif Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia Namun meskipun begitu, dibatalkannya Piala Dunia di Indonesia tidak berpengaruh besar pada persepakbolaan Universitas Padjadjaran. Berkaca dari segi positif, dilakukannya perbaikan fasilitas lapangan Gor Djati yang semula dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 menjadikan Unit Sepak Bola Unpad (USBU) merasakan kualitas lapangan yang jauh lebih baik. Hal itu tentu memberikan kesan positif dan membuat para pemain USBU jauh lebih nyaman untuk melaksanakan latihan rutin.

Pecinta Sepakbola Banyak Memangku Harapan Bagi Persepakbolaan Indonesia Memiliki pendapat yang serupa, Umay dan Rifqi berharap semoga Indonesia bisa lebih mempertimbangkan segala hal dengan jauh lebih matang. Persiapan Piala Dunia yang sudah diujung tanduk namun terpaksa gagal adalah patah hati terbesar bagi pecinta sepak bola di Indonesia. “Semoga persepakbolaan Indonesia bisa berdiri secara independen tanpa campur tangan dari bidang lain” Ucap Umay. Rifqi pun menambahkan harapannya untuk suporter sepak bola di Indonesia agar lebih mencintai perdamaian dan utamakan keselamatan bagi semua pihak. Meskipun belum ada kabar pasti mengenai tuan rumah baru dimana Piala dunia U-20 2023 akan digelar, Umay dan Rifqi berharap agar Indonesia memiliki kesempatan yang sama, setidaknya untuk ikut bergabung dalam pertandingan Piala Dunia U-20 2023. Keduanya meyakini bahwa pemain U-20 Indonesia memiliki potensi besar untuk bersinar di kancah dunia. “Untuk  keseluruhan, harapannya hanya semoga Indonesia tetap diajak main bola sama FIFA.” tutur keduanya.

 

WRITER: MUTracks Riri
NARASUMBER :
Muhammad Luqman Faruq Abdus Syakur as Ketua Umum USBU
Muhammad Rifqi Baheramsyah as Koordinator Sepak Bola USBU